IMBAUAN TERKAIT PENYEBARAN COVID-19 DI JEPANG

Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki kasus COVID-19 (confirmed cases). Berdasarkan data WHO hingga tanggal 26 Maret 2020, Jepang memiliki 1.291 confirmed cases.Merespon hal tersebut, Jepang telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mengatasi penyebaran COVID-19 yang dapat berdampak pada perjalanan Anda. Kebijakan tersebut berupa:

Kebijakan pembatasan bagi pendatang asing

Jepang mengeluarkan larangan masuk bagi pengunjung:

  • Pemegang paspor yang diterbitkan di provinsi Hubei dan Zhejiang di mainland Tiongkok
  • Warga negara asing yang 14 hari sebelumnya telah mengunjungi:

Hubei atau Zhejiang di RRT;

Kota Daegu, Gyeongsan, Provinsi Gyeongsang Utara, Andong, Yeongcheon, Cheongdo, Chilgok, Uiseong, Seongju atau Gunw di Korea Selatan;

Qom, Teheran, Gilan, Alborz, Isfahan, Gazvin, Golestan, Semnan, Mazandaran, Markazi atau provinsi Lorestan di Iran;

Veneto, Emilia-Romagna, Piedmont, Marche atau Lombardy, Valle d’Aosta, Trentino-Alto Adige, Fruili-Venezia Giulia and Liguria di Italia;

Semua wilayah San Marino;

Ticino and Basel-Stadt di Swiss;

Madrid, La Rioja, Navarre, Basque Country di Spanyol.

Keseluruhan Islandia (Iceland).

  • Penumpang kapal Westerdam yang turun di Hong Kong.
  • Pengunjung yang akan masuk ke Jepang menggunakan visa single entry dan multiple entry yang dikeluarkan sejak 20 Maret 2020 oleh Kedutaan/Konsulat Jepang dari: (per 21 Maret pukul 00:00).

Negara Schengen (Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia dan Swiss)

Andorra, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Mesir, Iran, Irlandia, Monako, Rumania, San Marino, Inggris, dan Vatikan

  • Pengunjung pemegang paspor negara-negara Eropa tersebut yang akan memasuki Jepang melalui visa waiver (per 21 Maret pukul 00:00)
  • Seluruh pengunjung yang tiba dari negara-negara Eropa tersebut diharuskan melakukan karantina selama 14 hari di lokasi yang ditunjuk oleh Kepala Stasiun Karantina dan tidak diperbolehkan menggunakan transportasi umum

Catatan:

1) Per 9 Maret 2020, semua visa yang dikeluarkan di konsulat Jepang di Tiongkok dan Korea Selatan dinyatakan tidak berlaku, dan konsulat akan berhenti menerima aplikasi visa.

2) Per 9 Maret 2020, visa waiver untuk warga negara Hong Kong, Makau dan Korea Selatan ditangguhkan.

3) Per 21 Maret 2020, visa single entry dan multiple entry yang dikeluarkan sejak 20 Maret 2020 oleh perwakilan Jepang di negara-negara berikut dinyatakan tidak berlaku:

  • Negara Schengen (Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia dan Swiss)
  • Andorra, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Mesir, Iran, Irlandia, Monako, Rumania, San Marino, Inggris, dan Vatikan

4) Per 21 Maret 2020 visa waiver untuk negara-negara Eropa tersebut di atas ditangguhkan

  • Terhitung 28 Maret 2020 pukul 00.00 (waktu Jepang) pendatang dari Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina, Brunei, Vietnam, Malaysia, Israel, Qatar, Republik Demokratik Kongo, dan Bahrain diberlakukan penangguhan visa sebagai berikut:

(1) Menangguhkan visa single atau multiple yang dikeluarkan hingga 27 Maret oleh Kedubes atau Konsulat Jepang di Indonesia.

(2) Menangguhkan kebijakan bebas visa, termasuk bebas visa dalam kerangka APEC Business Travel Card bagi negara-negara pada poin 1.  

Kebijakan penutupan penerbangan

  • Pesawat dari RRT dan Korea Selatan hanya diperbolehkan mendarat di bandara internasional Narita dan Kansai
  • Kapal penumpang dari RRT dan Korea Selatan tidak diperbolehkan merapat di Jepang

Kebijakan pembatasan mobilitas di dalam negara

  • Catatan: Menghimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas.

Kebijakan karantina

  • Karantina akan diberlakukan bagi pengunjung yang terdeteksi memiliki gejala dan hasil tes menunjukkan positif.
  • Seluruh pengunjung yang tiba dari negara-negara berikut diharuskan melakukan karantina selama 14 hari di lokasi yang ditunjuk oleh Kepala Stasiun Karantina dan tidak diperbolehkan menggunakan transportasi umum:


o Negara Schengen (Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia dan Swiss), serta Andorra, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Mesir, Iran, Irlandia, Monako, Rumania, San Marino, Inggris, dan Vatikan. 


o Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina, Brunei, Vietnam, Malaysia, Israel, Qatar, Republik Demokratik Kongo, dan Bahrain (per 28 Maret 2020, pukul 00:00)

  • Kebijakan ini akan diterapkan hingga akhir April 2020. Masa berlaku kebijakan dapat diperpanjang. Pemberlakuan ini termasuk bagi Korps Diplomatik, staf kedutaan dan keluarga.

Kebijakan persyaratan tambahan bagi pendatang asing (antara lain Health Certificate)

Per 25 Maret 2020 mulai pukul 21:00 JST Kemlu Jepang mengeluarkan kebijakan baru terkait outbound travel bagi WN Jepang sebagai berikut:

  • Meningkatkan level “Overseas Travel Safety Information” untuk seluruh dunia termasuk Indonesia menjadi level 2 (avoid non essential travel). Kebijakan ini bukan untuk membatasi masuknya warga negara-negara tersebut ke Jepang.
  • Meningkatkan level “warning on infection disease” untuk beberapa negara Asia Tenggara (Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, dan Indonesia) menjadi level 2 (avoid non-essential travel).

Imbauan bagi WNI

  • Bagi WNI yang berencana berkunjung ke Jepang, agar memperhatikan dan mengikuti Kebijakan Baru Pemerintah Jepang yang melarang masuknya pendatang dari sejumlah negara (termasuk dari Indonesia) mulai tanggal 28 Maret 2020 hingga akhir April 2020.
  • Pelarangan tesebut di berlakukan berkaitan dengan:

1) Pembatalan kebijakan bebas visa (visa waiver)

2) Pembatalan keberlakuan kartu APEC business travel

3) Visa yang dikeluarkan oleh Kedubes maupun Konjen Jepang di Indonesia sebelum tanggal 27 Maret 2020 dinyatakan tidak berlaku.

4) Tidak ada penerbitan visa baru mulai tanggal 28 Maret 2020.

 Perhatian:

  • Kebijakan ini tidak berlaku bagi WNI yang telah berstatus menetap (residen) di Jepang dan mengisi formulir re-entry Jepang.
  • WNI berstatus residen, yang akan kembali ke Jepang setelah bepergian dari sejumlah negara (termasuk Indonesia) akan dikenakan Prosedur Karantina 14 hari yang ditetapkan Otoritas Jepang.

Sehubungan dengan hal tersebut kami mengimbau Anda untuk menunda perjalanan ke Jepang apabila tidak mendesak. Bagi Anda yang telah berada di Jepang agar selalu mengikuti imbauan dari Otoritas setempat dan Perwakilan RI terdekat serta meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan penularan COVID-19. 

Bagi Anda yang mengalami permasalahan selama berada di Jepang, dapat menghubungi Hotline KBRI Tokyo di nomor telepon +818035068612 / +818049407419 dan KJRI Osaka pada nomor telepon +818031131003.  

Bagi WNI di Jepang yang terkena gejala covid-19 dianjurkan konsultasi dengan otoritas Jepang terlebih dulu agar penanganan bisa dilakukan segera melalui coronavirus hotlines yang sudah tersedia dalam bahasa Indonesia di beberapa Prefektur, di link ini:https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/news/20200309_48/ Informasi lebih rinci dapat dilihat di:

Bagi WNI yang karena kondisi tertentu harus ke Jepang, harap berkonsultasi ke Japan National Tourism Organization (JNTO) overseas Hotline: +81-50-3816-2787.

Anda juga dapat menekan tombol darurat pada aplikasi Safe Travel dalam kondisi darurat.

" data-title="Info Imbauan" data-maps="false">
Jepang
Moderate rain
8.48 °C

Informasi Umum

IMBAUAN TERKAIT PENYEBARAN COVID-19 DI JEPANG

Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki kasus COVID-19 (confirmed cases). Berdasarkan data WHO hingga tanggal 26 Maret 2020, Jepang memiliki 1.291 confirmed cases.Merespon hal tersebut, Jepang telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mengatasi penyebaran COVID-19 yang dapat berdampak pada perjalanan Anda. Kebijakan tersebut berupa:

Kebijakan pembatasan bagi pendatang asing

Jepang mengeluarkan larangan masuk bagi pengunjung:

  • Pemegang paspor yang diterbitkan di provinsi Hubei dan Zhejiang di mainland Tiongkok
  • Warga negara asing yang 14 hari sebelumnya telah mengunjungi:

Hubei atau Zhejiang di RRT;

Kota Daegu, Gyeongsan, Provinsi Gyeongsang Utara, Andong, Yeongcheon, Cheongdo, Chilgok, Uiseong, Seongju atau Gunw di Korea Selatan;

Qom, Teheran, Gilan, Alborz, Isfahan, Gazvin, Golestan, Semnan, Mazandaran, Markazi atau provinsi Lorestan di Iran;

Veneto, Emilia-Romagna, Piedmont, Marche atau Lombardy, Valle d’Aosta, Trentino-Alto Adige, Fruili-Venezia Giulia and Liguria di Italia;

Semua wilayah San Marino;

Ticino and Basel-Stadt di Swiss;

Madrid, La Rioja, Navarre, Basque Country di Spanyol.

Keseluruhan Islandia (Iceland).

  • Penumpang kapal Westerdam yang turun di Hong Kong.
  • Pengunjung yang akan masuk ke Jepang menggunakan visa single entry dan multiple entry yang dikeluarkan sejak 20 Maret 2020 oleh Kedutaan/Konsulat Jepang dari: (per 21 Maret pukul 00:00).

Negara Schengen (Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia dan Swiss)

Andorra, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Mesir, Iran, Irlandia, Monako, Rumania, San Marino, Inggris, dan Vatikan

  • Pengunjung pemegang paspor negara-negara Eropa tersebut yang akan memasuki Jepang melalui visa waiver (per 21 Maret pukul 00:00)
  • Seluruh pengunjung yang tiba dari negara-negara Eropa tersebut diharuskan melakukan karantina selama 14 hari di lokasi yang ditunjuk oleh Kepala Stasiun Karantina dan tidak diperbolehkan menggunakan transportasi umum

Catatan:

1) Per 9 Maret 2020, semua visa yang dikeluarkan di konsulat Jepang di Tiongkok dan Korea Selatan dinyatakan tidak berlaku, dan konsulat akan berhenti menerima aplikasi visa.

2) Per 9 Maret 2020, visa waiver untuk warga negara Hong Kong, Makau dan Korea Selatan ditangguhkan.

3) Per 21 Maret 2020, visa single entry dan multiple entry yang dikeluarkan sejak 20 Maret 2020 oleh perwakilan Jepang di negara-negara berikut dinyatakan tidak berlaku:

  • Negara Schengen (Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia dan Swiss)
  • Andorra, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Mesir, Iran, Irlandia, Monako, Rumania, San Marino, Inggris, dan Vatikan

4) Per 21 Maret 2020 visa waiver untuk negara-negara Eropa tersebut di atas ditangguhkan

  • Terhitung 28 Maret 2020 pukul 00.00 (waktu Jepang) pendatang dari Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina, Brunei, Vietnam, Malaysia, Israel, Qatar, Republik Demokratik Kongo, dan Bahrain diberlakukan penangguhan visa sebagai berikut:

(1) Menangguhkan visa single atau multiple yang dikeluarkan hingga 27 Maret oleh Kedubes atau Konsulat Jepang di Indonesia.

(2) Menangguhkan kebijakan bebas visa, termasuk bebas visa dalam kerangka APEC Business Travel Card bagi negara-negara pada poin 1.  

Kebijakan penutupan penerbangan

  • Pesawat dari RRT dan Korea Selatan hanya diperbolehkan mendarat di bandara internasional Narita dan Kansai
  • Kapal penumpang dari RRT dan Korea Selatan tidak diperbolehkan merapat di Jepang

Kebijakan pembatasan mobilitas di dalam negara

  • Catatan: Menghimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas.

Kebijakan karantina

  • Karantina akan diberlakukan bagi pengunjung yang terdeteksi memiliki gejala dan hasil tes menunjukkan positif.
  • Seluruh pengunjung yang tiba dari negara-negara berikut diharuskan melakukan karantina selama 14 hari di lokasi yang ditunjuk oleh Kepala Stasiun Karantina dan tidak diperbolehkan menggunakan transportasi umum:


o Negara Schengen (Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia dan Swiss), serta Andorra, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Mesir, Iran, Irlandia, Monako, Rumania, San Marino, Inggris, dan Vatikan. 


o Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina, Brunei, Vietnam, Malaysia, Israel, Qatar, Republik Demokratik Kongo, dan Bahrain (per 28 Maret 2020, pukul 00:00)

  • Kebijakan ini akan diterapkan hingga akhir April 2020. Masa berlaku kebijakan dapat diperpanjang. Pemberlakuan ini termasuk bagi Korps Diplomatik, staf kedutaan dan keluarga.

Kebijakan persyaratan tambahan bagi pendatang asing (antara lain Health Certificate)

Per 25 Maret 2020 mulai pukul 21:00 JST Kemlu Jepang mengeluarkan kebijakan baru terkait outbound travel bagi WN Jepang sebagai berikut:

  • Meningkatkan level “Overseas Travel Safety Information” untuk seluruh dunia termasuk Indonesia menjadi level 2 (avoid non essential travel). Kebijakan ini bukan untuk membatasi masuknya warga negara-negara tersebut ke Jepang.
  • Meningkatkan level “warning on infection disease” untuk beberapa negara Asia Tenggara (Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, dan Indonesia) menjadi level 2 (avoid non-essential travel).

Imbauan bagi WNI

  • Bagi WNI yang berencana berkunjung ke Jepang, agar memperhatikan dan mengikuti Kebijakan Baru Pemerintah Jepang yang melarang masuknya pendatang dari sejumlah negara (termasuk dari Indonesia) mulai tanggal 28 Maret 2020 hingga akhir April 2020.
  • Pelarangan tesebut di berlakukan berkaitan dengan:

1) Pembatalan kebijakan bebas visa (visa waiver)

2) Pembatalan keberlakuan kartu APEC business travel

3) Visa yang dikeluarkan oleh Kedubes maupun Konjen Jepang di Indonesia sebelum tanggal 27 Maret 2020 dinyatakan tidak berlaku.

4) Tidak ada penerbitan visa baru mulai tanggal 28 Maret 2020.

 Perhatian:

  • Kebijakan ini tidak berlaku bagi WNI yang telah berstatus menetap (residen) di Jepang dan mengisi formulir re-entry Jepang.
  • WNI berstatus residen, yang akan kembali ke Jepang setelah bepergian dari sejumlah negara (termasuk Indonesia) akan dikenakan Prosedur Karantina 14 hari yang ditetapkan Otoritas Jepang.

Sehubungan dengan hal tersebut kami mengimbau Anda untuk menunda perjalanan ke Jepang apabila tidak mendesak. Bagi Anda yang telah berada di Jepang agar selalu mengikuti imbauan dari Otoritas setempat dan Perwakilan RI terdekat serta meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan penularan COVID-19. 

Bagi Anda yang mengalami permasalahan selama berada di Jepang, dapat menghubungi Hotline KBRI Tokyo di nomor telepon +818035068612 / +818049407419 dan KJRI Osaka pada nomor telepon +818031131003.  

Bagi WNI di Jepang yang terkena gejala covid-19 dianjurkan konsultasi dengan otoritas Jepang terlebih dulu agar penanganan bisa dilakukan segera melalui coronavirus hotlines yang sudah tersedia dalam bahasa Indonesia di beberapa Prefektur, di link ini:https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/news/20200309_48/ Informasi lebih rinci dapat dilihat di:

Bagi WNI yang karena kondisi tertentu harus ke Jepang, harap berkonsultasi ke Japan National Tourism Organization (JNTO) overseas Hotline: +81-50-3816-2787.

Anda juga dapat menekan tombol darurat pada aplikasi Safe Travel dalam kondisi darurat. 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jepang adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya diujung barat Samudra Pasifik, di Timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan RRT dan Rusia.

Kode Telepon:

+81

Zona dan Perbedaan Waktu:

Jepang berada di Zona GMT +9. Waktu di Jepang adalah 2 jam lebih cepat dari Jakarta (WIB)

Jenis Soket/Colokan Listrik:

Tipe A dan B


KBRI Tokyo

KJRI Osaka

Persyaratan Masuk/Keluar

Informasi Bebas Visa

  • Paspor Biasa/Reguler
    Wajib Visa (15 hari) Bebas visa untuk paspor elektronik dan harus didaftarkan terlebih dahulu ke dalam program sertifikat bebas visa oleh kedutaan besar Jepang
  • Paspor Diplomatik
    Bebas Visa (30 hari)
  • Paspor Dinas
    Bebas Visa (30 hari)

WNI yang memiliki paspor elektronik (e-paspor) mendapatkan fasilitas bebas visa untuk mengunjungi Jepang selama lima belas hari, dengan ketentuan kepengurusan dokumen sebelum keberangkatan. Bagi WNI yang memegang paspor biasa, Anda tetap diharuskan mengajukan permohonan visa untuk mengunjungi Jepang sesuai dengan keperluan kunjungan. Dalam mengajukan permohonan visa, Anda dianjurkan untuk memiliki Paspor RI dengan masa berlaku minimal 6 bulan sebelum jadwal kepulangan. Harap diingat otoritas Jepang berhak menolak aplikasi permohonan visa Anda.

Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas RI diharuskan mengajukan permohonan visa untuk mengunjungi Jepang.

Untuk mengetahui secara lebih jelas persyaratan permohonan visa ke Jepang, Anda dapat menghubungi:

Kedutaan Besar Jepang di Indonesia

Jalan MH Thamrin No.24, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10350

No. Tel. : +62-21-3192-4308

No. Faks. : +62-21-3192-5460 / +62-21-3157-156

situs : www.id.emb-japan.go.jp

Japan Visa Application Centre
4F-33 Unit, 4th Floor, Lotte Shopping Avenue (Ciputra World 1),
Jalan Prof. Dr. Satrio Kav 3&5 Karet Kuningan,
Setiabudi, Jakarta Selatan,Indonesia 12940

email: info.japanid@vfshelpline.com

A. Umum

Semua warga negara asing, termasuk penduduk tetap di Jepang, wajib memindai sidik jari secara elektronik dan difoto setibanya di Jepang. Penolakan akan pemberian sidik jari atau difoto akan berakibat penolakan untuk memasuki Jepang. Bagi mereka yang masih dibawah usia 16 tahun dan pemegang visa diplomatik atau visa resmi akan mendapat pengecualian. Informasi lebih lanjut tersedia di Kantor Imigrasi Jepang.

B. Hal–Hal Lain Yang Perlu Diketahui 

WNI yang sudah memiliki E-Paspor dan sudah memiliki stiker waiver visa dari Kedutaan/Konsulat Jepang di Indonesia tetap wajib memberi alasan yang kuat dengan didukung oleh bukti-bukti booking hotel, travel itinerary, insurance dll. Apabila Anda tidak dapat membuktikan niat baik sewaktu ingin memasukin wilayah Jepang, Imigrasi Jepang dapat menetapkan Denied of Entry tidak dapat dimintakan bantuan ke KBRI atau KJRI karena status masih dalam wilayah internasional.

Keselamatan dan Keamanan

A. Terorisme

Otoritas Jepang tidak dapat menghilangkan ancaman terorisme di Jepang. Maka dari itu, sejak Juli 2005, pemerintah Jepang telah melaksanakan peningkatan keamanan pada fasilitas utama termasuk transportasi umum dan pada pintu masuk pelabuhan.

B. Kriminalitas

  • Secara umum, Jepang memiliki tingkat kriminalitas yang rendah. Tetapi, Anda perlu menjaga diri dan mewaspadai hal-hal yang mencurigakan, seperti yang Anda akan lakukan di Indonesia. Terdapat laporan dari bar dan klub malam (khususnya pada area hiburan Roppongi dan Kabuki-cho di Tokyo) yang menargetkan warga asing untuk membayar lebih dari harga jual, kecurangan dalam biaya kartu kredit, drink spiking (kejahatan dengan mengganti atau memasukkan zat tertentu ke dalam minuman korban dengan tujuan negatif), obat-obatan terlarang, dan pada kasus tertentu, penyerangan. Beberapa tempat menggunakan modus tertentu untuk menarik perhatian orang asing agar pergi ke tempat mereka. Warga Negara Asing telah melaporkan insiden dimana mereka dituangkan minuman dengan kadar alkohol yang lebih tinggi dari takaran normal. Dalam beberapa kasus, bahkan korban terbangun di sebuah lokasi yang tidak diketahui dan/atau mereka menemukan tagihan kartu kredit yang melebihi limit.
  • Kami sangat menyarankan Anda untuk menghindari orang-orang asing di jalan yang memberikan penawaran tidak masuk akal atau menerima minuman dari orang yang tidak dikenal. Perhatikan selalu barang bawaan Anda dan jangan meninggalkan minuman Anda tanpa pengawasan. Para korban memiliki pengalaman sulitnya memperoleh laporan polisi untuk kemudian diserahkan ke bank dan asuransi perjalanan.
  • Jika memungkinkan, hindari membawa kartu kredit atau uang dalam jumlah yang besar ketika Anda bepergian ke tempat seperti bar, pesta, klub malam atau area hiburan. Pikirkan keselamatan pribadi Anda, lakukan tindakan pencegahan yang tepat dan tetaplah mengacu pada informasi kami bagi wisatawan yang ingin berpesta diluar negeri untuk saran lebih lanjut. Insiden tidak terduga seperti pencurian tas juga pernah terjadi. Lakukan tindakan antisipasi keamanan tingkat normal dan berhati-hati dengan barang bawaan Anda.

C. Bencana Alam, Cuaca Buruk dan Iklim

Jepang merupakan negara yang rentan terhadap aktivitas vulkanik, gempa bumi, tsunami dan angin topan. Anda harus bertanggung jawab atas kesiapan Anda dan keluarga Anda untuk menangani keadaan darurat, bencana alam atau berbagai bentuk krisis yang menjadi sangat penting ketika Anda bepergian keluar negeri. Anda perlu untuk membiasakan diri Anda dengan anjuran otoritas lokal dalam mempersiapkan bencana alam dan menjalankan anjuran tersebut ketika bencana alam terjadi. Dalam situasi darurat, kemampuan Pemerintah Indonesia untuk memberikan bantuan konsuler mungkin menjadi sangat terbatas.

Anda perlu untuk memiliki kotak P3K dasar yang tersedia setiap saat. Juga, Anda perlu untuk membawa selalu dokumen penting seperti paspor, foto identitas, dan lainnya, atau amankan barang-barang tersebut di lokasi yang aman dan tahan air. Stasiun radio di daerah Tokyo yang menyiarkan informasi darurat dalam Bahasa Inggris termasuk stasiun Angkatan Bersenjata AS di 810AM dan Inter FM (76.1FM)

Organisasi Pariwisata Nasional Jepang memberikan tips keamanan dan kesiapan bagi pengunjung ke Jepang dan informasi darurat lainnya yang berguna.

  • Angin Topan dan Cuaca Buruk

Musim terjadinya angin topan adalah Mei hingga November. Pemerintah setempat akan menyiarkan informasi ketika angin topan terjadi melalui media lokal dan situs Badan Meteorologi Jepang. Jalur yang tepat dan kekuatan angin topan akan sulit diprediksi dikarenakan perubahan yang sangat cepat. Monitorlah media lokal untuk informasi terbaru mengenai cuaca dan persiapan yang dibuat, kemudian ikutilah anjuran pemerintah setempat. Anda juga dapat memeriksa informasi mengenai angina topan terbaru dari World Meteorological Organization Severe Weather Information Centre.

  • Gempa Bumi dan Tsunami

Terdapat resiko terjadinya gempa bumi dan tsunami secara terus menerus di seluruh Jepang. Lihat bulletin gempa bumi kami untuk saran tujuan bepergian dan tinggal di wilayah rawan gempa. Informasi dalam Bahasa Inggris mengenai gempa bumi dan Tsunami dapat diperoleh dari Badan Meteorologi Jepang.

Kumamoto Prefecture di daerah selatan Kyushu terus mengalami gempa susulan setelah gempa bumi besar yang terjadi pada April 2016. WNI perlu memperhatikan saran dari otoritas lokal dan terus memperbarui informasi kondisi lokal jika berniat untuk menetap/bermalam atau mengunjungi wilayah tersebut.

Anda perlu membiasakan diri Anda dengan rencana evakuasi darurat di wilayah Anda dan mengidentifikasi tempat penampungan lokal, yang seringkali merupakan sekolah lokal atau fasilitas umum lainnya. Informasi mengenai rencana darurat di wilayah Anda dapat diperoleh dari kantor pemerintah daerah atau prefektur. Setelah terjadinya gempa bumi besar, ikuti perintah dari pemerintah setempat dan pusat pelayanan darurat. Pemerintah setempat menanggung tanggung jawab utama untuk menyediakan bantuan selama krisis berlangsung untuk warga setempat atau wisatawan berada dalam yurisdiksi mereka.

Anda juga dapat cek informasi mengenai gempa bumi (dan tsunami) di Pasifik dalam situs Pusat Peringatan Tsunami Pasifik.

Semua daerah kelautan dunia dapat mengalami tsunami, tetapi di Samudra Hindia dan Pasifik, terdapat tsunami besar dan bersifat destruktif yang sering terjadi dikarenakan banyaknya gempa bumi di sepanjang batas lempeng tektonik utama dan palung laut.

  • Gunung Berapi

Terdapat 110 gunung berapi aktif di Jepang, beberapa diantaranya saat ini berada dalam status level 2 (dilarang mendekati kawah). Sebelum melakukan hiking atau mengunjungi area tersebut, Anda harus cek peringatan terbaru mengenai gunung berapi terkait pada situs Badan Meteorologi Jepang.

Pada 29 Mei 2015, Badan Meterologi Jepang meningkatkan peringatan untuk pulau Kuchinoerabu di prefektur Kagoshima, Selatan Barat Jepang menjadi level 5 (Evakuasi) menyusul letusan gunung berapi. WNI harus mengikuti anjuran dari pemerintah setempat dan jangan melakukan perjalanan ke pulau Kuchinoerabu sampai pihak berwenang mengkonfirmasi keamanan untuk bepergian.

  • Musim Dingin

Musim dingin di Jepang dikenal karena hujan salju yang berat dan suhu yang sangat rendah. Sementara sebagian besar perjalanan ke pegunungan tanpa insiden besar, penting untuk memahami kondisi yang dapat berubah seketika. Setiap tahunnya, sejumlah orang terluka dan tewas selama musim dingin dalam insiden yang berkaitan dengan salju—termasuk kecelakaan kendaraan bermotor, longsor, es yang jatuh dari atap, terlalu lama berada diluar ruangan dalam suhu yang sangat rendah dan tabrakan ketika ski.

Berjalan sendirian atau berada dibawah pengaruh alkohol, atau membelok pada jalan yang bertanda dapat berakibat fatal. Setiap daerah ski memiliki peraturan yang diatur oleh resor ski lokal. Ikutilah peraturan tersebut. Anda dapat ditangkap dan ditahan untuk perilaku nakal.

Aktifitas ski atau snowboarding off-piste, baik di dalam atau diluar batas-batas resor ski terkait merupakan tindakan berbahaya. Pastikan Anda hanya mengunjungi daerah yang ditetapkan sebagai aman oleh otoritas lokal. Anda juga perlu membawa helm dan perlengkapan pelindung. Banyak wisatawan yang menderita cedera kepala serius yang seharusnya dapat dicegah jika wisatawan mengenak peralatan yang tepat.

Longsor merupakan hal yang umum terjadi dan badai salju yang berat dapat membuat timbunan salju yang dalam. Anda perlu memastikan kesadaran Anda akan resiko musim salju—dan lakukan konsultasi dengan sumber infromasi lokal seperti pusat pariwisata, hotel Anda dan resor ski disaat yang tepat.

Merupakan tanggung jawab Anda untuk memastikan bahwa luas kebijakan asuransi perjalanan Anda mencakup semua kegiatan Anda. Beberapa kebijakan asuransi secara umum tidak dapat menutupi olahraga salju. Baca hasil cetak (fine print) dan mengaculah pada panduan kami terkait memilih asuransi.

Hujan salju yang lebat dan es di musim dingin dapat membuat mengemudi menjadi berbahaya.

  • Mendaki Gunung

Kegiatan trekking dan mendaki gunung (trekking dan mountaineering) dapat membahayakan. Setiap tahunnya, sejumlah orang tewas ketika mencoba mendaki puncak tertinggi di Jepang, Gunung Fuji. Layanan Darurat Jepang memberikan peringatan terhadap pendakian selama off-season (September-Juni) yang dianggap sangat berbahaya. WNI yang melakukan trekking di pegunungan Alpen, Jepang, harus mengikuti saran keselamatan dari Pemerintah Prefektur Nagano. Anda juga perlu mengingat bahwa kebijakan asuransi perjalanan standar umumnya mengecualikan kegiatan berbahaya atau ekstrim seperti mendaki gunung.

D. Fukushima dan Sekitarnya

Setelah kerusakan pada pembangkit listrik Fukushima Daiichi yang disusul oleh gempa bumi dan tsunami pada 11 Maret 2011, situasi di hampir seluruh bagian dari Jepang, termasuk Tokyo, kini telah kembali normal.

Perlindungan Radiasi Australia dan Badan Keselamatan Nuklir (ARPANSA) menyediakan informasi mengenai radiasi di Jepang. Menurut ARPANSA, tingkat radiasi di sebagian besar Jepang, termasuk Tokyo, berada dalam kisaran normal dari variasi latar belakang radiasi.

Sumber terbaik untuk petunjuk pada situasi lokal di Jepang adalah pemerintah Jepang. Rincian untuk tindakan respon dan program monitoring Jepang tersedia di Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan, Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri, beserta Badan Peraturan Nuklir. Anda perlu memastikan bahwa Anda menyadari, dan mematuhi saran dari otoritas lokal.

Pada tanggal 19 Agustus 2013, kebocoran air radioaktif sekitar 300 ton telah dilaporkan terjadi di fasilitas pembangkit listrik Fukushima Daiichi, menyebabkan regulator Jepang mengeluarkan kondisi level 3 peristiwa Nuklir dan Radiologi Internasional.

Area 1 dan 2 di dekat pembangkit listrik Fukushima Daiichi sebagaimana telah ditentukan oleh Pemerintah Jepang: Tingkat kehati-hatian Anda harus tinggi pada Area 1 dan 2 sebagaimana telah ditentukan Pemerintah Jepang karena rendahnya tingkat kontaminasi radionuklida pada Area ini. Apabila Anda merencanakan untuk bermalam, WNI perlu mencari petunjuk dari pihak berwenang setempat.

Area 3 di dekat pembangkit listrik Fukushima Daiichi sebagaimana telah ditentukan oleh Pemerintah Jepang: WNI sangat tidak disarankan untuk melakukan perjalanan ke Area 3 sebagaimana telah ditentukan Pemerintah Jepang karena peningkatan kadar kontaminasi radionuklida di Area ini.

Pulau Kunashiri, Etorofu, Shikotan dan Habomai

Dikarenakan terjadinya sengketa antara Jepang dan Rusia atas kedaulatan bagian selatan Pulau Kuril (pulau Kunashiri, Etorofu, Shikotan dan Habomai), WNI yang telah mengunjungi pulau-pulau ini selanjutnya dapat ditolak masuk ke pelabuhan di Jepang.

 

Hukum dan Kebiasaan Setempat

A. Tindak Pidana

Setiap orang yang berada di Jepang, termasuk WNI, harus menghormati dan tunduk pada hukum dan peraturan setempat. Apabila Anda melanggar hukum dan peraturan setempat, Anda dapat dideportasi, ditangkap, atau ditahan oleh otoritas setempat.

B. Penangkapan dan Penahanan

Apabila Anda ditangkap atau ditahan oleh otoritas setempat, Anda memiliki hak meminta Kepolisian atau otoritas setempat lainnya untuk memberikan notifikasi terkait penangkapan atau penahanan Anda kepada Perwakilan RI terdekat. Dalam hal Anda memutuskan untuk tidak menggunakan hak pemberian notifikasi, maka Perwakilan RI tidak akan mengetahui perihal penangkapan atau penahanan Anda dan tidak dapat memberikan bantuan kekonsuleran yang diperlukan selama proses penangkapan atau penahanan Anda.

Informasi lebih lanjut mengenai bantuan yang dapat diberikan apabila terjadi insiden penangkapan atau penahanan, lihat (link ke laman Emergency Resources)

C. Kekuasaan Polisi

Polisi memiliki kewenangan luas untuk memberhentikan, menyelidiki, menyita dan menangkap Anda. Polisi dapat memberhentikan Anda di jalan, meminta identitas dan melakukan penyelidikan terhadap Anda dan barang bawaan Anda. Wisatawan yang melakukan kunjungan kurang dari 90 hari diharuskan untuk membawa paspor mereka setiap saat. Warga negara asing yang bertempat tinggal di Jepang harus selalu membawa kartu tempat kediaman Anda.

Jika Anda berada di tempat umum, polisi dapat menyita pisau yang panjangnya melebihi 5,5 cm, senjata api, dan senjata lainnya atau barang yang dapat digunakan menjadi senjata, obat-obatan dan barang lainnya yang mereka curigai sebagai hasil curian atau diperoleh atas hasil melawan hukum. Jika barang-barang yang telah disebutkan ini ditemukan dalam kepemilikan Anda, terdapat kemungkinan bahwa Anda akan ditahan.

Jika Anda ditangkap, Anda akan ditahan selama sampai dengan 23 hari tanpa biaya. Bahkan jika Anda merasa bahwa dugaan pelanggaran merupakan pelanggaran kecil, Anda dapat ditahan selama beberapa minggu atau bulan pada masa penyelidikan dan proses hukum.

Wawancara awal polisi dapat berlangsung selama beberapa jam dan dicatat secara tertulis (tidak menggunakan alat elektronik). Dibawah hukum Jepang, Anda boleh diam jika Anda ingin, mengakses perwakilan hukum, dan memiliki penerjemah jika tersedia. Namun, polisi berhak untuk bertanya kepada Anda tanpa kehadiran pengacara. Penerjemahan kedalam Bahasa Inggris kemungkinan sub-standar.

D. Membawa Obat ke Jepang

Jepang memiliki aturan yang ketat terkait impor obat-obatan, dan apa yang dapat dibawa kedalam negara oleh wisatawan untuk penggunaan pribadi. Beberapa obat-obatan tidak dapat di impor ke Jepang, termasuk produk yang mengandung pseudoephedrine (dapat ditemukan di beberapa kaplet demam atau flu) atau Dexamphetamine (menyembuhkan ADHD), sementara yang lain mungkin memerlukan izin atau sertifikat (Codeine) dari Pemerintah Jepang. Anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut dari halaman Membawa Obat ke Jepang yang dapat ditemukan di situs Kedutaan Besar Jepang. Anda juga dapat bertanya langsung dengan Bagian Ekonomi Kedutaan Jepang di economics@cb.mofa.go.jp atau (02) 6273 3244.

E. Terkait Narkoba

Kepemilikan obat-obatan terlarang merupakan tindak kejahatan. Anda dapat dikenakan tuduhan kepemilikan jika banyaknya jejak yang ditemukan di aliran darah atau air seni Anda. Jangan menggunakan, membawa atau terlibat dengan obat-obatan terlarang.

F. Hukum Lainnya

  • Umur minimal untuk membeli dan mengkonsumsi alkohol di Jepang adalah 20 tahun.
  • Jepang memiliki nol persen tingkat standar alkohol dalam darah secara nasional saat mengemudi. Sebuah pelanggaran juga jika penumpang memperbolehkan seseorang untuk mengemudi dibawah pengaruh alkohol.
  • Merupakan tindakan yang ilegal untuk mengimpor dan memiliki senjata api tanpa izin yang layak.
  • Di beberapa kawasan Tokyo dan beberapa kota lain, merorok di jalan merupakan tindakan yang dilarang. Bagi mereka yang tertangkap melakukan hal ini akan bertanggung jawab dengan dikenakan denda ditempat.
  • Penggunaan radio UHF-CB (walkie talkie) yang tidak memenuhi spesifikasi Jepang (seoerti yang dibeli di luar Jepang), dilarang.
  • Merupakan sebuah pelanggaran jika menghalangi atau menghambat petugas melakukan tugasnya, misalnya menolak penahanan.
  • Untuk hukum keluarga, setelah bercerai, hanya salah satu dari kedua orang tua yang memiliki hak orang tua terkait dengan sang anak. Hak asuh dan akses, dan keputusan perceraian didasarkan pada hukum keluarga di Jepang. Jika Anda terlibat dalam urusan perwalian (custody) dan masalah keluarga lainnya, Anda perlu memastikan diri Anda untuk melakukan konsultasi dengan pengacara untuk sarannya sebelum meninggalkan Indonesia dalam hal bagaimana hukum keluarga di Jepang dapat mempengaruhi keadaan keluarga Anda.
  • Konvensi Den Haag (Konvensi mengenai Aspek Sipil terkait Penculikan Anak secara Internasional) mulai berlaku di Jepang sejak 1 April 2014. Jika Anda khawatir anak Anda telah dikeluarkan dengan tidak adil atau ditahan di Jepang, Anda harus segera menghubungi Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI.
  • Beberapa agen tenaga kerja yang tidak bermoral memikat warga negara asing untuk bekerja di Jepang tanpa visa yang benar, atau dengan pengaturan keuangan yang dapat mengakibatkan warga negara asing menjadi rentan terhadap eksploitasi. WNI telah didapati tertangkap karena bekerja di ‘industri hiburan’ selama di Jepang dengan visa turis. Jika Anda mempertimbangkan bepergian ke Jepang untuk kerja, Anda perlu memverifikasi pekerjaan yang ditawari untuk memastikan visa yang Anda miliki benar sebelum tiba di Jepang. Anda juga dapat mencari penasihat hukum professional sebelum menandatangani kontrak apapun.

Mata Uang dan Penukaran

Mata uang resmi Jepang adalah Yen. Penukaran mata uang Yen dapat dilakukan di Bandara atau tempat penukaran uang resmi. Tempat – tempat tersebut beroperasi pada hari dan jam kerja. Anda disarankan untuk membawa mata uang Dollar Amerika Serikat, Pound sterling, atau Euro untuk penukaran uang setempat.

Sangat tidak disarankan untuk membawa mata uang Rupiah guna ditukarkan di Jepang, karena nilai tukarnya akan turun menjadi setengahnya.

1 Yen Jepang (JPY) = +/- 120 Rupiah (IDR)

Asuransi dan Kesehatan

Kami sangat menyarankan Anda untuk memiliki asuransi perjalanan komprehensif yang akan mencakup biaya medis di luar negeri, termasuk evakuasi medis, sebelum Anda berangkat. Konfirmasi asuransi Anda akan melindungi Anda selama Anda bepergian dan cek syarat dan ketentuan yang termasuk dalam kebijakan kesehatan fisik dan mental anda sebelum berpergian ke Jepang. Kami menganjurkan anda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi standar sebelum anda bepergian, terutama bagi anda yang memiliki riwayat penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyediakan informasi bagi wisatawan dan halaman kesehatan kami juga menyediakan informasi yang berguna untuk WNI agar tetap sehat.

A. Wabah Penyakit

Terdapat sejumlah besar kasus campak di Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Penyakit di Jepang yang terjadi akibat nyamuk, encephalitis terjadi di daerah pedesaan di Jepang.

B. Fasilitas Medis

Fasilitas medis di Jepang merupakan fasilitas yang berstandar tinggi. Fasilitas medis dengan staf yang berbahasa Inggris dapat ditemukan di kota-kota besar. Perawatan medis di Jepang bisa mahal. Pembayaran secara penuh atau jaminan bahwa biaya akan dibayar biasanya dierlukan pada saat pengobatan. Daftar lembaga medis di seluruh Jepang tersedia di situs Kedutaan.

Jepang memiliki sejumlah rumah sakit yang dilengkapi dengan ruang dekompresi, terletak di daerah di mana aktivitas menyelam sering dilakukan.

C. Bagaimana cara mendapatkan pertolongan?

Hubungi terlebih dahulu keluarga, teman, penerbangan, agen travel, maupun asuransi perjalanan Anda.

Nomor darurat Jepang:

  • Polisi – tekan 110
  • Pemadam Kebakaran dan Ambulans – tekan 119
  • Layanan TELL Lifeline dalam Bahasa Inggris (81 3) 5774 0992
  • Layanan TELL Counselling dalam Bahasa Inggris (81 3) 4550 1146

Telekomunikasi

  • Layanan telekomunikasi telepon genggam di Jepang biasanya terkait kontrak dengan pihak provider Jepang, seperti Softbank, NTT Docomo, dan AU. Untuk kemudahan komunikasi bagi para wisatawan maka disediakan layanan penyewaan sim card beserta data diri dan pembayaran dilakukan dengan kartu kredit. Tempat penyewaan biasa terdapat di bandara internasional.
  • Tempat-tempat yang menyediakan free wifi sudah cukup banyak di Jepang, namun biasanya harus log in dahulu dengan memasukkan email pribadi.

 

Tempat Wisata


Koishikawa Koraku...
star star star star star_half

Namco Namjatown
star star star star_half star_border

Tokyo Waterworks ...
star star star star star_half

Hige Girl
star star star star_half star_border

Ikebukuro Life Sa...
star star star star star_half

Toshima-ku Tachia...
star star star star_half star_border

Imperial Palace
star star star star star_half

Shinjuku Gyoen Na...
star star star star star_half

Ueno Zoo Ikenohat...
star star star star_half star_border

Owlpark ikebukuro
star star star star star_half

Pavilion of Repti...
star star star star star_half

Kape Penguins Hom...
star star star star star_half

Crown Tiara
star star star star star_half

Ueno Zoo
star star star star star_half

@Home Cafe
star star star star star_half

@home cafe ドン...
star star star star star_half

Giant Panda Ueno ...
star star star star star_half

Ueno Zoo front ga...
star star star star_half star_border

The Ueno Royal Mu...
star star star star star_border

Tokyo Metropolita...
star star star star star_half

National Museum o...
star star star star star_half

National Museum o...
star star star star star_half

Tokyo National Mu...
star star star star star_half

No,No,Yes! Leathe...
star star star star star_half

Dialog in the Dar...
star star star star star_half

Kuliner


Lawson Wasedamach...
star star star star_half star_border

FACTORY
star star star star star_half

Natural Lawson Ch...
star star star star_half star_border

10° Cafe
star star star star star_border

Maison Kayser
star star star star_half star_border

Lawson Store 100 ...
star star star star_half star_border

Bakery Aruru
star star star star star_half

FamilyMart
star star star star star_border

Lawson Toei Shinj...
star star star star_half star_border

MAISON KAYSER Sei...
star star star star_half star_border

Lawson Citadines ...
star star star star_half star_border

UCC Cafe Comfort
star star star star_half star_border

Tsubakiya coffee ...
star star star star_half star_border

Pronto
star star star star_half star_border

Lawson Satellite ...
star star star star_half star_border

FamilyMart Ikebuk...
star star star_half star_border star_border

star star star star star_half

Tsubakiya Coffee ...
star star star star_half star_border

Maizuru
star star star star_half star_border

Home Bakery
star star star star star_half

Lawson Sotokanda ...
star star star star_half star_border

Starbucks Coffee ...
star star star star_half star_border

FamilyMart
star star star star_half star_border

UENO FUGETSUDO OS...
star star star star star_border

Lawson+ThreeF Man...
star star star star_half star_border

Tempat Ibadah


star_border star_border star_border star_border star_border

star_border star_border star_border star_border star_border

star star star star star_border

star star star star_border star_border

star_border star_border star_border star_border star_border

UCCJ Waseda Churc...
star star star star_half star_border

Tokyo Dome
star star star star star_half

Otsuka Mosque
star star star star star_half

star star star star_half star_border

star star star star star_border

MASJID AL IKHLAS
star star star star star_half

Mosque Masjid Al ...
star star star star_border star_border

Meijiro Seikokai
star star star star_half star_border

Masjid
star star star star star_half

Shin-Okubo Mosque
star star star star star_half

Hongo Catholic Ch...
star star star star star_half

Prayer Room LAOX ...
star star star star star_half

star star star star star_half

Holy Resurrection...
star star star star star_half

Scientology Tokyo
star star star star_half star_border

Shinjuku Shalom C...
star star star star star_half

star star star star_border star_border

Prayer Room Takas...
star star star star star_half

Prayer Room LAOX ...
star star star star star_half

Masjid Nusantara ...
star star star star star_half

Fasilitas Kesehatan


Sakura Pharmacy
star star star star star

Shizandō Pharmac...
star star star_half star_border star_border

star star star star_half star_border

Tokyo Women's Med...
star star star star_border star_border

Ikeda Pharmacy
star star star star star_half

star_border star_border star_border star_border star_border

star star star star_half star_border

Maruo Ophthalmolo...
star star star star_border star_border

Ikebukuro Heiwado...
star star star star_border star_border

Asahi Pharmacy
star star star star star_half

star star star star star_half

薬王堂
star star star_border star_border star_border

Daikoku Drug
star star star star_half star_border

Kyoritsu Cosmetol...
star star star star_border star_border

Shinjuku Ekimae C...
star star star star_half star_border

star star star star star_half

star star star star_half star_border

Akihabara Medical...
star star star_half star_border star_border

Shinjuku Ladies C...
star star star star_border star_border

Nishizawa Pharmac...
star star star star_half star_border

Tokyo Medical Uni...
star star star star_half star_border

Kanamecho Hospita...
star star star_half star_border star_border

Agapeshinjuku Pha...
star star_border star_border star_border star_border

star star star star star_half

star star star star_border star_border