Perkembangan COVID-19 di Swiss dan Liechtenstein
message 3 screen_share 480

Pada konferensi pers 16 Maret 2020, pukul 17:00, Pemerintah Federal Swiss memutuskan status pandemi COVID-19 menjadi “luar biasa” (status tertinggi berdasarkan Swiss Epidemic Act) mulai tanggal 16 Maret – 19 April 2020, dengan kebijakan sbb: 

  1. Menutup semua lembaga pendidikan, tempat hiburan (bioskop, diskotek, museum, arena olah raga), tempat berbelanja, rumah makan;
  2. Tetap membuka apotek, bank, kantor pos, supermarket, dan fasilitas kesehatan;
  3. Melarang segala bentuk pertemuan, kecuali untuk pemakaman;
  4. Melarang mereka yang berusia di atas 65 tahun dan mereka yang menderita penyakit kronis terutama tidak keluar dari rumah, kecuali untuk membeli kebutuhan dasar, tidak mengasuh anak atau cucu, ikut serta dalam festival publik atau perkumpulan keluarga, pertemuan sosial, berhenti menggunakan transportasi umum;
  5. Melakukan pemeriksaan tambahan dan membatasi akses pada perbatasan Swiss ke Austria, Italia, dan Jerman;
  6. Hanya memperbolehkan WN Swiss, WN asing dengan izin tinggal Swiss, serta WN lainnya yang memiliki urusan bisnis untuk masuk ke dalam wilayah Swiss serta menghentikan penerbitan visa mulai tanggal 19 Maret hingga 15 Juni 2020;
  7. Menutup akses bagi pencari suaka;
  8. Mengerahkan 8.000 personil militer Swiss untuk logistik, kesehatan, dan keamanan.

Menteri Kesehatan, Alain Berset, menegaskan bahwa pasokan makanan dan obat-obatan untuk seluruh masyarakat Swiss terjamin cukup. Masyarakat diimbau tidak panik dan tetap mengikuti anjuran Departemen Kesehatan Swiss (bag.admin.ch).

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengimbau Anda yang berencana untuk pergi ke Swiss, terutama dengan tujuan wisata untuk menunda terlebih dahulu perjalanan Anda. 

Silahkan pantau terus update perkembangan COVID-19 melalui laman resmi kemlu.go.id/bern dan media sosial resmi: Facebook “KBRI Bern”; twitter “@indonesiainbern”; dan Instagram “@indonesiainbern”.

Sekiranya Anda membutuhkan bantuan, Anda juga dapat menghubungi KBRI Bern pada nomor telepon +4131 352 0983 85 atau menggunakan tombol darurat pada aplikasi Safe Travel Anda. 

(Sumber foto: cash.ch) 

Share on :


Hendra Setyawan Gunawan

sesih


yudhi tio

turut prihatin


prasma prasma

semoga tdk menyebar