IMBAUAN TERKAIT PERKEMBANGAN COVID-19 DI BAHRAIN
message 5 screen_share 1148

Berdasarkan statistik Kementerian Kesehatan Kerajaan Bahrain, pada 5 Maret 2020 terdapat 52 (lima puluh dua) warga yang dinyatakan positif terjangkit COVID-19, memposisikan Bahrain sebagai negara terbesar ke-16 dengan penderita/pasien COVID-19. Dari total 52 kasus tersebut, 4 orang telah dinyatakan sembuh, dan sisanya masih menjalani pengawasan dan perawatan.
Mencermati perkembangan sebaran COVID-19 dan luas wilayah Bahrain, serta cara penularan yang sebagian besar terjadi di luar Bahrain, termasuk saat berada di dalam pesawat dan di bandara-bandara transit di negara-negara tetangga di sekitar Bahrain yang sering dilalui oleh para Warga Negara Indonesia (WNI), Kami mengimbau Anda yang  sedang dan/atau akan bepergian ke Bahrain agar meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan.
Kami juga mengimbau agar Anda senantiasa menjaga stamina fisik dan psikis, menggunakan masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dengan sabun, memakan daging yang dimasak sempurna, mengurangi kontak dengan orang lain utamanya di tengah keramaian, serta terus memantau informasi yang disampaikan oleh Otoritas Pemerintah Bahrain dan KBRI Manama. Jika diperlukan, Anda dapat menangguhkan kegiatan penerbangan yang tidak perlu ke Bahrain, hingga waktu yang akan ditentukan kemudian, baik oleh Organisasi Kesehatan Dunia maupun otoritas Bahrain.
Untuk perhatian, saat ini Bahrain mewajibkan semua penumpang yang dalam kurun 14 hari pernah berkunjung ke Republik Rakyat Tiongkok, Korea Selatan, Iran, Irak, Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, Hong Kong, Mesir, Lebanon dan Italia untuk mengikuti tes kesehatan. Pemeriksaan dilakukan dalam kurun 2-8 jam di dalam Bandar Udara Internasional Bahrain, yang potensial dapat menyebabkan ketidaknyamanan.
Apabila mengalami permasalahan saat berada di Bahrain, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Manama di nomor: (+973) 38791650. Dalam kondisi darurat, WNI juga dapat menggunakan Tombol Darurat aplikasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri untuk menghubungi Perwakilan RI dimaksud. Sumber foto: REUTERS/Hamad
#negaramelindungi #wheninManama #wheninBahrain #travelBahrain

Share on :


Novi Surya Pratiwi

kalo di swiss dan republik ceko apa ada larangan masuk utk wni?


Jumadi Santoso

kalau amsterdam, paris dan swiss gmana admin?


Hendra Setyawan Gunawan

jalan2


yudhi tio

nyebar lg


prasma prasma

waduh di tempat lain